3 Agustus 2018
Kunjungan Ketiga yang kami lakukan pada tanggal 3 Agustus 2018, dimana proses pengerjaan sedang berjalan pada proses pengerjaan kontruksi plat lantai dan dinding lantai 2. Apa itu pelat lantai? Plat lantai merupakan struktur bangunan yang bukan berada di atas tanah secara langsung. Artinya plat lantai merupakan lantai yang terletak di tingkat dua, tingkat tiga, tingkat empat, dan seterusnya. Dalam pembuatannya, struktur ini dibingkai oleh balok beton yang kemudian ditopang kolom-kolom bangunan.
Bagi anda yang belum tahu apa itu yang di maksud dengan Struktur plat lantai, kami akan coba menjelaskan dengan detail mengenai apa itu struktur plat lantai. Semoga bermanfaat bagi anda, yang memang sedang belajar arsitektur ataupun sedang mencari referensi mengenai desain arsitektur. Yuk, baca ulasan lengkap kunjungan Ketiga yang kami lampirkan!
Pembuatan struktur plat lantai harus memperhatikan ukuran ketebalan plat tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain besar lendutan yang di izinkan, lebar bentangan atau jarak antar-balok pendukung, dan bahan material yang digunakan. Tingkat ketebalan minimum dari pelat lantai yaitu 12 cm menggunakan tulang berupa 2 lapis besi beton berdiameter 10 mm dan berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum, serta 2 lapis besi beton berdiameter 10 mm dan berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum.
Berdasarkan bahan material penyusunnya, terdapat 3 macam pelat lantai yaitu pelat lantai kayu, pelat lantai beton, dan pelat lantai kayu semen. Simak ulasan dari berikut ini!
1. Pelat Lantai Kayu
Pelat lantai kayu ialah pelat lantai yang terbuat dari kayu. Papan kayu yang dipakai umumnya memiliki ukuran lebar 20-30 cm, tebal 2-3 cm, dan panjang menyesuaikan. Papan-papan ini didukung oleh balok yang berukuran 8/12, 8/14, atau 10/14 dengan jarak 60-80 cm. Untuk bentangan 3-3,5 cm, balok kayu ini bisa dipasang di atas pasangan bata 1 batu atau balok beton agar daya dukung dan kekuatannya semakin tinggi.
Kelebihan pelat lantai kayu di antaranya anggaran yang dikeluarkan relatif murah, gampang dibuat, dan bobotnya cukup ringan. Di sisi lain, kekurangannya yaitu hanya bisa diterapkan di konstruksi sederhana, bersifat permeable, gampang terbakar, tidak bisa dilapisi ubin, cenderung tidak awet, dan terpengaruh cuaca.
2. Pelat Lantai Beton
Persyaratan pelat lantai yang dibuat dengan beton bertulang tercantum dalam buku SNI I beton 1991 yang meliputi ukuran ketebalan minimal pelat untuk lantai adalah 12 cm dan pelat untuk atap yaitu 7 cm. Pelat beton harus diisi tulangan baja lunak atau baja sedang yang ditumpuk silang dengan diameter minimum 8 mm. Pelat lantai yang mempunyai ketebalan lebih dari 25 cm wajib disokong tulangan baja rangkap di atas dan bawah.
Perhatikan jarak ideal tulangan pokok berkisar antara 2,5-20 cm atau 2 kali tebal pelat. Untuk melindunginya dari korosi, tulangan-tulangan baja tersebut juga harus terbungkus beton dengan ketebalan minimal 1 cm. Beton terbuat dari campuran semen, pasir, kerikil, air, dan admixture dengan perbandingan tertentu.
3. Pelat Kayu Semen
Dinamakan pelat kayu semen karena pelat ini dibuat dari potongan-potongan kayu berukuran 80-90 cm yang dicampur dengan semen. Karena tergolong bahan bangunan yang baru, material ini masih jarang digunakan sebagai bahan pembuat struktur pelat lantai.
Pembangunan pelat kayu semen dimulai dengan memasang kayu bangkirai 5/7 dan berjarak 40 cm. Berikutnya susunan kayu tersebut dipasangi ring balk di atasnya, lalu dicor memakai beton. Terakhir lembaran-lembaran kayu semen ini dipasang secara berjejeran dan rapat di atas beton, kemudian ditancapkan baut agar terpasang sempurna.
Bondek merupakan material yang digunakan sebagai alasan yang berada di bawah plat lantai. Bondek adalah bahan galvanis yang dibentuk menyerupai “seng gelombang” tapi bukan sebagai fungsi material penutup atap seng. Bondek adalah material pelapis bawah cor lantai beton sebagai penganti bekisting kayu (triplek). Bondek juga sekaligus di desain untuk mengkonversi penggunaan besaran diameter besi dan mengkonversi ketebalan cor beton. Sistem tekuk (gelombang plat) di desain sekaligus membantu kekuatan struktur beton cor plat lantai.
Baca Juga : Alasan mengapa bondek dapat menjadi alternatif pengganti triplek
Nah, pada kunjungan ketiga disini struktur balok sudah selesai dikerjakan. Sehingga balok tersebut siap untuk menopang beban diatasnya. Setelah mengeras dan mengering, maka balok memiliki kriteria atau karakteristik tertentu tergantung dengan si pembuatnya. Daya tahan berbanding lurus dengan kekuatan. Semakin tinggi daya tahannya, semakin besar pula kekuatan balok beton.
Setelah melihat struktur balok selesai dikerjakan, pastinya anda penasaran bukan akan proses pembuatannya seperti apa? Klik tombol di bawah untuk melihat proses pembuatan struktur balok di kunjungan sebelumnya !
Balok beton yang kuat memiliki ciri-ciri fisik serta daya tahan sebagai berikut :
-
Padat dan tidak bercacat
Balok beton harus padat dan tidak bercacat. Artinya pada balok tidak terdapat rongga-rongga atau cacat apa pun yang memicu keropos dan berpotensi mengurangi kekuatannya. Semakin padat balok beton, semakin besar kekuatannya mendukung beban.
-
Kedap air (tidak berpori)
Beton yang kuat relatif kedap air karena tingkat kepadatannya yang baik. Porositas yang dipicu oleh kerapatan yang tidak maksimal dapat menurunkan kuat tekan balok. Akibatnya daya dukung dan daya tahan balok beton menurun.
-
Memiliki daya tahan yang baik
Balok beton yang kuat memiliki daya tahan yang baik tahan terhadap perubahan suhu dan juga terhadap pelapukan yang memicu kerapuhan. Balok beton yang kuat tidak memerlukan perlindungan khusus dari pelapukan, seperti halnya material kayu.
Terlihat pada gambar, pengerjaan rumah sudah berjalan 50%. 2 lantai sudah terbentuk, dan dilanjutkan pada kunjungan keempat proses pembuatan rangka atap rumah. Serta beberapa finishing pada dinding ruangan tertentu, karena pekerjaan dilakukan dengan terjadwal sehingga perubahan kemajuan rumah semakin cepat dan teratur.
LIHAT TAHAP PENGERJAAN FINISHING
KUNJUNGAN 1
Kunjungan pertama yang kami lakukan pada tanggal 9 Mei 2018, dimana proses pengerjaan sedang berjalan pada proses penggalian tanah sebagai tempat struktur pondasi ...
KUNJUNGAN 2
Kunjungan Kedua yang kami lakukan pada tanggal 8 Juni 2018, dimana proses pengerjaan sedang berjalan pada proses pengerjaan struktur balok ...
KUNJUNGAN 3
Kunjungan Ketiga yang kami lakukan pada tanggal 3 Agustus 2018, dimana proses pengerjaan sedang berjalan pada proses pengerjaan kontruksi plat lantai dan dinding lantai 2 ...
KUNJUNGAN 4
Kunjungan Keempat yang kami lakukan pada tanggal 3 Oktober 2018, dimana proses pengerjaan sedang berjalan pada proses pengerjaan kontruksi Rangka atap, rangka plafon ...
KUNJUNGAN 5
Kunjungan Kelima yang kami lakukan pada tanggal 24 November 2018, dimana proses pengerjaan sedang berjalan pada proses pengerjaan kontruksi rangka plafon serta proses finishing di area void ...
KUNJUNGAN 6
Kunjungan berikutnya yang kami lakukan pada tanggal 24 Desember 2018, dengan proses pengerjaan berlanjut pada pemasangan rangka plafon serta pemasangan kusen ...
KUNJUNGAN 7
Pada kunjungan yang dilakukan pada tanggal 2 Februari 2019, dimana proses pengerjaan rumah klasik milik Bu Maudy hampir selesai dikerjakan. Dengan proses akhir yang dikerjakan adalah proses Finishing, proses finishing yang dilakukan adalah proses acian ...

KUNJUNGAN
ON PROGRESS

KUNJUNGAN
ON PROGRESS
Untuk info lengkap mengenai JASA KAMI, anda dapat langsung menghubungi Call Center kami (021) – 55680950 atau dapat dengan cara berkunjung ke OFFICE KAMI terdekat kami. Segera konsultasikan desain rumah impian Anda kepada kami Asia Arsitek, dengan bergabung bersama kami. Kami akan menjadi rekan Anda yang akan membantu mewujudkan impian Anda.


















