Office : JAKARTA - TANGERANG - SURABAYA
Customer Service : (021) - 556 809 50
asiaarsitek@gmail.com

Menentukan Jenis Pondasi Berdasarkan Daya Dukung Tanah

Menentukan Jenis Pondasi Berdasarkan Daya Dukung Tanah

Menentukan Jenis Pondasi Berdasarkan Daya Dukung Tanah

Perlu anda ketahui dalam menentukan Jenis pondasi yang hendak digunakan, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Hal yang pertama adalah perhitungan jumlah beban atau berat bangunan yang harus disangga oleh pondasi kemudian dilanjutkan kedalam tanah. Dan hal yang kedua adalah membuat ketentuan besarnya daya dukung serta ukuran luas pondasi.

Kemudian yang ketiga atau terakhir membuat struktural berdasarkan besarnya data yang diperoleh dari kegiatan pertama serta kedua. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan momen lentur maupun gaya geser yang dapat terjadi pada pondasi tersebut. Dari sinilah dapat dibuat keputusan jenis pondasi yang cocok dibuat. Namun selain berat bangunan dan limpahan beban, pemilihan pondasi juga ditentukan oleh jenis tanah yang ada di lokasi tempat pembuatan bangunan tersebut.

Dalam pemilihan bentuk pondasi, jenis tanah dan kedalaman pondasi bangunan yang memadahi. Perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi tersebut. Hal ini disebabkan tidak semua jenis pondasi dapat dilaksanakan di semua tempat. (Misal penggunaan pondasi tiang pancang pada daerah padat penduduk tentu tidak tepat meskipun secara teknis telah memenuhi syarat).

Pondasi dan Kondisi Tanah

Selain melakukan hal-hal di atas, kita juga harus memperhatikan beberapa hal lain, yakni kondisi tanah yang akan kita pakai untuk mendirikan bangunan. Dengan mengecek kondisi tanah, maka kita pun bisa memilih jenis pondasi apa yang sekiranya sesuai dengan bangunan rumah yang akan kita dirikan.

  • Jika tanah yang dipakai sudah cukup keras dan kita ingin membangun rumah satu lantai, maka pondasi batu kali sudah dianggap cukup kuat untuk digunakan.
  • Jika tanah yang dipakai sudah cukup keras dan kita ingin membangun rumah dua lantai, maka kita bisa memakai kombinasi antara pondasi batu kali dan footplat.
  • Andai tanah ternyata masih dalam kondisi lembek, merupakan bekas urugan, atau berada di posisi lereng, mau tidak mau kita harus berkonsultasi dengan ahli struktur atau arsitek untuk memastikan pondasi apa yang bisa kita gunakan mengingat kondisi ini cukup berbahaya andai hanya dengan memakai pengetahuan tukang bangunan. Apalagi jika kita ingin membangun rumah dengan dua atau tiga lantai.

Berikut ini cara memilih pondasi berdasarkan daya dukung tanah :

  1. Bila kondisi tanah keras terletak pada permukaan tanah atau kedalaman pondasi antara 2-3 meter di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi dangkal. (misal : pondasi jalur, pondasi telapak atau pondasi bor pile manual).
  2. Bila kondisi tanah lunak hingga kedalaman kurang lebih 6 meter maka jenis pondasi yang dapat di gunakan adalah pondasi strauss pile atau bor pile manual.
  3. Bila tanah keras terletak pada kedalaman sekitar 10 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi bored pile, pondasi sumuran atau pondasi mini pile.
  4. Bila tanah keras terletak pada kedalaman 20 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi tiang pancang atau pondasi bored pile.

Perlu anda ketahui, kenyamanan rumah tidak hanya tercipta dari kebersihan, keindahan arsitektur serta desain dari rumah itu sendiri tetapi juga dapat tercipta dari bagaimana rumah yang didirikan memberikan rasa keamanan bagi para penghuninya.

Keamanan disini seperti halnya membuat pondasi rumah kokoh sehingga tidak merasa khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (bangunan retak bahkan hal terburuk bangunan roboh / ambruk) . Oleh karena itu, ketika Anda ingin membangun rumah pastikan tidak hanya mementingkan desain apiknya tetapi juga pentingkan pula kekokohannya.

Jenis Pondasi untuk Rumah Tinggal

Sebenarnya, seperti apakah pondasi rumah yang cukup kuat untuk digunakan sebagai tempat tinggal? Dalam ilmu sipil, kita akan mengenal dua jenis pondasi yang umum / paling banyak dipakai untuk rumah tinggal 2 lantai, yakni pondasi batu kali dan pondasi footplat.

  • Pondasi batu kali kerap kali digunakan dalam bangunan yang hanya memakai satu lantai saja. Biasanya, kedalaman pondasi hanya berkisar antara 60 hingga 80 cm saja. Fungsi dari pondasi ini hanyalah untuk menopang pemasangan bata dan beban struktur bangunan di atasnya yang tidak terlalu berat mengingat hanya berupa bangunan satu lantai.

pondasi-batu-kali-batubelah-pada-rumah-tinggal

  • Pondasi footplat lebih sering digunakan dalam bangunan rumah dengan dua lantai. Berbeda dengan pondasi batu kali, pondasi ini terbuat dari struktur beton bertulang dengan kedalaman sekitar 130 cm hingga 2 meter. Namun, kita akan lebih sering menemukan pondasi ini dengan kedalaman 150 cm. Pondasi ini mampu menahan beban struktur bangunan di atas yang cukup berat, yang merupakan bangunan dua lantai.

pemasangan-pondasi-footplat-pada-rumah-2-lantai

 

Cara membuat Pondasi Rumah yang Kuat

Untuk membuat pondasi rumah yang kuat, kita tentu harus melakukan perencanaan yang tepat. Bagaimana tidak, tanpa adanya pondasi yang memadai, maka pondasi tidak akan mampu menahan beban bangunan di atasnya dan bisa membuat bangunan turun. Selain itu, bangunan juga akan beresiko tinggi mengalami retak struktur yang tentu akan membahayakan penghuninya. Untuk menghindari hal ini, kita harus memperhatikan cara membuat pondasi rumah yang kuat sebagai berikut.

  • Perhatikan kedalaman dari pondasi karena tanpa kedalaman yang cukup, maka kekuatan pondasi juga akan kurang baik dalam menopang beban bangunan.
  • Andai kita memilih pondasi batu kali, maka kita bisa memakai rasio 1:5 untuk adukan semen pasir untuk mempertahankan kekuatan pondasi.
  • Kita juga harus mempersiapkan stek pada pondasi batu kali agar bisa dikaitkan dengan sloof.
  • Andai kita memilih pondasi footplat, maka ada baiknya kita memakai tulangan dengan ukuran minimal 12 mm. Selain itu, perhatikan pula mutu beton dimana ada baiknya kita menggunakan mutu kisaran K225. Sementara itu, dimana adukan semen pasir dan kerikil rasionya adalah kisaran 1: 1,5: 2,5.
  • Pastikan pula agar tulangan pondasi benar-benar menyatu dengan tulangan kolom struktur hingga ke bagian atas bangunan agar kekuatan pondasi bisa terjamin.

Dengan adanya pondasi yang kuat, kita bisa memastikan bangunan rumah kokoh dan bisa dipakai dalam waktu yang lama. Selain itu, faktor keamanan juga harus kita perhatikan karena andai kita memakai pondasi secara asal-asalan, bisa jadi bangunan akan cepat rusak dan bisa membahayakan penghuninya.

Anda penasaran dengan prosedur pendirian rumah tinggal? Untuk info mengenai proses pendirian rumah tinggal, anda melihatnya di laman artikel selanjutnya. Atau anda dapat melihat portofolio realisasi rumah dari proyek yang sedang kami kerjakan. Kami akan mencoba menjelaskan secara rinci proses yang dikerjakan dalam pendirian rumah tersebut.

 


LIHAT PORTOFOLIO REALISASI DESAIN KAMI :



Sub-domains


REALISASI DESAIN

RUMAH CLASSIC MEWAH

IBU MAUDY DI BEKASI

[ON PROGRES]

REALISASI DESAIN

RUMAH CLASSIC MEWAH

IBU IIS DI BANDUNG

[ON PROGRES]

REALISASI DESAIN

RUMAH CLASSIC MEWAH

IBU ELISA DI JAKARTA

[ON PROGRES]


Sub-domains


REALISASI DESAIN

RUMAH CLASSIC MEWAH

PAK WAGIYANTO DI YOGYAKARTA

[ON PROGRES]

REALISASI DESAIN

VILLA MEWAH

IBU KARTINI DI sentul, bogor

[ON PROGRES]

REALISASI DESAIN

RUMAH MINIMALIS MODERN

PAK ANANDA DI TANGERANG

[FINISH]

 

Untuk info lengkap mengenai JASA KAMI, bisa langsung menghubungi kami atau bisa berkunjung ke OFFICE KAMI. Segera Konsultasikan Desain Rumah Impian Anda Kepada Kami, Serta Kami Akan Menjadi Rekan Anda yang Akan Membantu Mewujudkan Impian Anda.

HUBUNGI KAMI

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *