Setelah tahapan pekerjaan pondasi, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pembuatan sloof. Apa itu sloof? Apa juga sih fungsi dari sloof? Mungkin kita jarang ya melihat sloof saat bangunan sudah berdiri, Mengapa? Karena memang letaknya yang berada tepat diatas pondasi, sehingga kita tak akan bisa melihat saat bangunan sudah berdiri. Maka dari itu, mari kita bahas bersama mengenai sloof.
Sloof adalah jenis konstruksi beton bertulang yang sengaja di desain khusus luas penampang dan jumlah pembesiannya, disesuaikan dengan kebutuhan beban yang akan dipikul oleh sloof tersebut nantinya. Untuk menentukan luas penampang (ukuran sloof ini), dibutuhkan perhitungan teknis yang tepat agar sloof tersebut nanti “benar – bebar mampu” untuk memikul beban dinding bata diatasnya nanti. Untuk itu ada baiknya kita menggunakan jasa konsultan untuk menghitung dan mendesain dimensi sloof ini.
Fungsi Sloof
Sloof ini berfungsi untuk memikul beban dinding, sehingga dinding tersebut “berdiri” pada beton yang kuat, sehingga tidak terjadi penurunan dan pergerakan yang bisa mengakibatkan dinding rumah menjadi retak atau pecah. Selain itu Sloof juga memiliki fungsi sebagai berikut :
- Menerima beban dari bagian bangunan diatasnya, seperti pasangan dinsing, pintu, jendela, dan sejenisnya.
- Meratakan beban yang diterima dari bangunan diatasnya untuk kemudian disalurkan menuju pondasi.
- Sebagai pengikat antar kolom sehingga struktur bangunan menjadi kaku dan aman terhadap goncangan akibat angin, gempa, dan lain – lain.
- Sebagai dinding penahan material urugan tanah, pasangan keramik dan berbagai macam pekerjaan lantai bangunan agar bisa tetap berada pada posisi yang direncanakan.
- Sloof juga bisa difungsikan sebagai ornamen untuk memperindah arsitektur bangunan, terutama sloof yang lokasinya diatas permukaan tanah sehingga bisa langsung terlihat oleh mata memandang.
Setelah pondasi sudah selesai di bentuk, maka sloof dapat dibuat. Dengan cara awal yaitu dengan pembuatan sebuat tulangan yang di bentuk mengikuti pondasi yang telah di buat. Kemudian setelah tulangan telah selesai di buat, maka tulangan tersebut di masukan ke dalam bekisting sebagai cetakan beton nantinya.
Langkah – langkah yang harus kita siapkan setelah kita mengetahui kebutuhan tulangan dan ukuran yang akan kita buat sebelum Proses Merakit Besi Tulangan kita lakukan :
- Menghitung kebutuhan besi tulangan yang akan kita beli disesuaikan gambar rencana yang kita punya, disana kita akan melihat besi ukuran berapa saja yang kita butuhkan untuk setiap tulangan yang akan kita buat.
Urutan dari Proses Merakit Besi Tulangan adalah :
- Membeli besi tulangan yang kita butuhkan dan juga kawat untuk mengikat besi tulangan.
- Membeli peralatan yang digunakan untuk Proses Merakit Besi Tulangan.
- Membuat cetakan untuk membuat besi cincin atau sengkang.
- Merakit atau menyatukan besi cincin atau sengkang dengan besi tulangan sesuai dengan ukurannya.
Setelah sudah kering maka Bekisting di buka, dan sloof siap digunakan untuk menerima beban yang berasal dari atasnya. Tahap selanjutnya adalah pemasangan Bekisting pada tulangan kolom yang sudah dibuat. Sama seperti membuat sloof, hanya saja kolom menerima beban yang vertikal, sehingga kolom dibuat berdiri.
Anda penasaran akan pembuatan struktur kolom, Baca Juga Proses pembuatan struktur kolom.
Setelah baca artikel di atas, pastinya anda Anda penasaran dengan prosedur pendirian rumah tinggal? Untuk info mengenai proses pendirian rumah tinggal, anda melihatnya di laman artikel selanjutnya. Atau anda dapat melihat portofolio realisasi rumah dari proyek yang sedang kami kerjakan. Kami akan mencoba menjelaskan secara rinci proses yang dikerjakan dalam pendirian rumah tersebut.
LIHAT PORTOFOLIO REALISASI DESAIN KAMI :
Untuk info lengkap mengenai JASA KAMI, bisa langsung menghubungi kami atau bisa berkunjung ke OFFICE KAMI. Segera Konsultasikan Desain Rumah Impian Anda Kepada Kami, Serta Kami Akan Menjadi Rekan Anda yang Akan Membantu Mewujudkan Impian Anda.










